The Gate For Better Future..Ayo Gabung!
Jalan Pajagalan 67 Bandung.......PPDB dibawah ya !

Berita

SELAMAT DATANG DI WEB RESMI SMK PROFITA BANDUNG

DHUHA, DZIKIR, TAUSIAH 9 September 2022

Kandungan Al Isra Ayat 23, Perintah untuk Berbakti pada Orang Tua

 

Orang tua memiliki kedudukan yang agung dalam ajaran Islam. Berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk amalan, ibadah, dan ketaatan yang mulia.

Kehidupan kita saat ini tidak lepas dari jasa-jasa oleh orang tua. Mereka menjadi orang pertama yang memperkenalkan kita pada kehidupan, merawat, mendidik, dan yang lebih utama meletakkan Islam dalam jiwa kita.

Besarnya jasa orang tua akan sangat sulit, atau bahkan tidak akan bisa, dibalas oleh anaknya. Hal ini tergambar dalam riwayat yang berasal dari Abi Burdah, ketika ia melihat Ibnu Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar kabah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung,

Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.
Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.

Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” Beliau lalu thawaf dan shalat dua rakaat pada maqam Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibnu Abi Musa (Abu Burdah), sesungguhnya setiap dua raka’at (pada makam Ibrahim) akan menghapuskan berbagai dosa yang diperbuat sesudahnya.” (Dikeluarkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 11).

Perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua juga tertera dalam Alquran. Salah satu ayat yang paling terkenal terkait perintah ini ada pada surat Al Isra ayat 23, di mana Allah Ta’ala berfirman,

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra ayat 23).

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang kandungan surat Al Isra ayat 23 tentang berbakti pada orang tua.

Kandungan Al Isra Ayat 23

Meskipun sulit untuk membalas jasa-jasa orang tua, namun kita sebagai anak diperintahkan untuk selalu berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua. Dilansir dari rumaysho.com, bahkan dalam beberapa ayat, termasuk pada kandungan surat Al Isra ayat 23, perintah untuk berbuat baik pada orang tua disebutkan bersama dengan perintah mentauhidkan-Nya dan larangan berbuat syirik.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra ayat 23).

Kemudian dalam surat Al An'am ayat 151,

Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.

Selain diperintahkan untuk berbuat baik pada orang tua, kandungan surat Al Isra ayat 23 juga melarang kita untuk mengatakan kata 'ah' dan membentak orang tua.

Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah menjelaskan maksud dari Al Isra ayat 23,

 “Janganlah berkata ah, jika kalian melihat sesuatu dari salah satu atau sebagian dari keduanya yang dapat menyakiti manusia. Akan tetapi, bersabarlah dari mereka berdua. Lalu raihlah pahala dengan bersabar pada mereka sebagaimana mereka bersabar merawatmu kala kecil.” (Tafsir Ath-Thabari, 15:82).

Kemudian kata 'ah' (uff) yang dimaksud dalam Al Isra ayat 23 dijelaskan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari sebagai “segala bentuk perkataan keras dan perkataan jelek (pada orang tua, pen.).” (Tafsir Ath-Thabari, 15:82).

Imam Ibnu katsir rahimahullah berkata,

“Jangan berkata ah, yang dimaksud adalah seringan-ringannya perkataan jelek.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:63).

Kemudian Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata,

“Ini adalah bentuk menyakiti orang tua yang paling ringan, hal ini diingatkan dari bentuk menyakiti lainnya. Maknanya adalah jangan sakiti keduanya walaupun itu dianggap ringan.” (Tafsir As-Sa’di, hlm. 479).

Berkata ah (uff) yang bentuknya menyakiti perasaan orang tua juga termasuk durhaka. Imam Nawawi dalam Al-Minhaj Shahih Muslim berkata, ”‘Uququl walidain atau durhaka kepada orang tua adalah: Segala bentuk yang menyakiti orang tua.”

Manfaat Berbakti pada Orang Tua

Dari kandungan surat Al Isra ayat 23 yang menyebutkan perintah untuk berbakti pada orang tua, kita dapat mengetahui manfaatnya:

Jalan Menuju Surga

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Diberkahi Rezeki

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad).

Mendapatkan Doa Baik Orang Tua

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua kepada anaknya.” (HR. Ibnu Majah). [ank]

 

https://www.merdeka.com/jabar/kandungan-al-isra-ayat-23-perintah-untuk-berbakti-pada-orang-tua-kln.html

Pencarian
Kontak
Alamat :

JALAN PAJAGALAN 67(blk) BANDUNG

Telepon :

022-4241135(Sekolah) .

Email :

smkprofita@yahoo.co.id (Sekolah) , bkprofita@gmail

Website :

https://smkprofitabandung.sch.id

Media Sosial :
Profil SMK Profita