IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA - SOSIALISASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Menurut Undang-undang
Sisdiknas nomor 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Peserta didik adalah anggota
masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran
yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
Pendidik adalah tenaga
kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar,
widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai
dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Terdapat empat standar kompetensi
pendidik professional, yaitu:
1. Kompetensi
Pedagogik, adalah kemampuan atau keterampilan guru mengelola proses
pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik.
2. Kompetensi
Kepribadian, berkaitan dengan karakter guru, yang wajib dimiliki agar menjadi
teladan bagi para peserta didik. Selain itu, para guru juga harus mampu
mendidik para muridnya agar membantu mereka memiliki kepribadian yang baik.
3. Kompetensi
Profesional, adalah kemampuan atau keterampilan yang harus dimiliki guru agar
tugas-tugas keguruan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. Keterampilan ini
berkaitan dengan hal-hal yang teknis dan berkaitan langsung dengan kinerja
guru.
4. Kompetensi
Sosial, merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi secara efektif dengan
peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan
masyarakat sekitar.
Disamping peserta didik
dan pendidik, ada satu elemen penting lainnya yang menunjang sebagai faktor
kesuksesan dalam pendidikan, yakni kurikulum.
Kurikulum dimaknai sebagai
sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar
yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan
tujuan pembelajaran dengan baik.
Kurikulum Merdeka
dirancang sebagai bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk mengatasi krisis
belajar yang telah lama kita hadapi, dan menjadi semakin parah karena pandemi.
Krisis ini ditandai oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, bahkan dalam
hal yang mendasar seperti literasi membaca.
Salah satu karakteristik
utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah pembelajaran
berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil
pelajar Pancasila.
Pada tanggal 5 Desember
2022, SMK Profita Bandung melaksankan Sosialisasi Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5) - Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan mengundang
ibu Iis Nurhayani, S.Pd. M.M.Pd. selaku Pengawas Pembina Cadisdik Wilayah VII
yang dihadiri oleh guru-guru SMK Profita Bandung.

Dalam sambutannya selaku
Kepala Sekolah bapak Dede Hasanudin, S.Pd. M.M.Pd. menyampaikan harapan semoga
dengan pemaparan dari ibu Iis Nurhayani, S.Pd. M.M.Pd. selaku Pengawas dapat memberikan
pemahaman dalam mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
(P5) secara utuh (kaafah) dan dapat berkolaborasi melaksanakan ATM
(Amati, Tiru, Modifikasi) dengan melakukan analisa-analisa mana saja yang dapat
dilakukan kepada siswa, mana yang harus didiskusikan, mana yang sulit untuk dilakukan
dan dapat menyampaikan keluhan-keluhan kepada ibu Pengawas terutama dalam pembelajaran
di kelas X. Harapan lainnya setelah pembinaan P5 dari ibu Pengawas dan
pengimbasan Impelentasi Kurukuum Merdeka dari bapak Fajar Denia Nugraha, S.Pd.
selaku Waka Kurikulum sekolah bisa memperbaiki metode pembelajaran sesuai
dengan harapan dari ruh dari IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka). Bagi guru-guru
kelas XI dan kelas XII dapat menjadi pengetahuan terutama tahun Ajaran
2023-2024 kelas XI akan melaksankan lanjutan Kurikulum Merdeka. Bagi tim
manajemen Mutu dapat memberi masukan bagaimana mengkolaborasikan kebijakan agar
dapat dilaksanakan oleh seluruh guru yang ada di SMK Profita. Khususnya untu
perbaikan mutu dan kualitas pembelajaran di SMK Profita.

Projek adalah serangkaian
kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dengan cara menelaah suatu tema
menantang. Projek didesain agar peserta didik dapat melakukan investigasi,
memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Peserta didik bekerja dalam
periode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk dan/atau aksi.
Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dalam
situasi tidak formal, struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang
lebih interaktif, dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar untuk
menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

A. Prinsip-prinsip Kunci Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
1. Holistik, bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh,
tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk
menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal
untuk memahami sebuah isu secara mendalam.
2. Kontekstual, berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan
pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian.
3. Berpusat pada peserta didik, berkaitan dengan skema pembelajaran
yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola
proses belajarnya secara mandiri.
4. Eksploratif, berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang
lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan
berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran.
B. Manfaat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan
pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan Profil Pelajar Pancasila.
1. Untuk Satuan Pendidikan
a.
Menjadikan
satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan
keterlibatan masyarakat.
b.
Menjadikan
satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada
lingkungan dan komunitas di sekitarnya.
2. Untuk Pendidik
a.
Memberi
ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat
karakter dan Profil Pelajar Pancasila.
b.
Merencanakan
proses pembelajaran projek dengan tujuan akhir yang jelas.
c.
Mengembangkan
kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik
dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran.
3. Untuk Peserta Didik
a.
Memperkuat
karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai warga dunia yang aktif.
b.
Berpartisipasi
merencanakan pembelajaran secara aktif dan berkelanjutan.
c.
Mengembangkan
keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengerjakan projek
pada periode waktu tertentu.
d.
Melatih
kemampuan pemecahan masalah dalam beragam situasi belajar.
e.
Memperlihatkan
tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar mereka sebagai salah satu
bentuk hasil belajar.
f. Menghargai proses belajar dan bangga dengan hasil pencapaian yang telah diupayakan secara optimal.
Dalam pesannya sebelum kegiatan ditutup, ibu Iis Nurhayani, S.Pd.
M.M.Pd. menyampaikan apapun jenis kurikulumnya, guru harus senantiasa
memperhatikan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan
menyenangkan. Sehingga memberikan kesan kepada siswa untuk termotivasi didalam
belajar.


SMK PROFITA BANDUNG