The Gate For Better Future..Ayo Gabung!
Jalan Pajagalan 67 Bandung.......PPDB dibawah ya !

Berita

SELAMAT DATANG DI WEB RESMI SMK PROFITA BANDUNG

Membangun Jiwa Wirausaha dan Melestarikan Budaya: Implementasi P5 Kewirausahaan Melalui Festival Jajanan Tradisional dan Seni Profita (PESJAPRO)

Dalam kerangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), tema Kewirausahaan menempati posisi strategis. Projek ini dirancang agar siswa dapat mengidentifikasi potensi ekonomi lokal dan mengembangkan solusi atas masalah pengembangannya. Bagi siswa SMK Profita Bandung, pendekatan pembelajaran berbasis proyek ini menjadi jembatan sempurna untuk mengasah kompetensi teknis kejuruan sekaligus soft skill yang dibutuhkan dunia kerja.

 

Mengusung Festival Jajanan Tradisional dan Seni Profita (FESJAPRO) sebagai wujud proyek P5 Kewirausahaan adalah langkah konkret yang multifungsi yang digelar pada tanggal 16 Desember 2025 bertempat di lapangan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya melatih jiwa wirausaha, tetapi juga menjadi medium pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal.

 


1. Landasan Konsep: Mengapa Festival Jajanan Tradisional?

Memilih jajanan tradisional sebagai objek wirausaha dalam P5 memiliki dasar yang kuat. Pertama, kegiatan ini selaras dengan tema Kearifan Lokal yang juga dianjurkan dalam P5. Siswa diajak menggali, mengenal, dan menghidupkan kembali kekayaan kuliner warisan leluhur yang mungkin mulai terlupakan.

Kedua, dari sisi kewirausahaan, pasar jajanan tradisional memiliki potensi ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. Jajanan pasar dikenal memiliki pangsa pasar yang luas karena rasa yang familiar dan harga yang terjangkau. Ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi siswa untuk berinovasi tanpa kehilangan esensi tradisinya.

 

Seperti disampaikan Kepala SMK Profita Bandung Bapak H. Dede Hasanudin, S.Pd., M.M.Pd. beliau menyampaikan bahwa FESJAPRO bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Beliau menekankan pentingnya membekali peserta didik dengan kompetensi kebekerjaan sejak dini, agar lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Festival ini, menurut beliau, menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai Pancasila: gotong royong, kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab.

 

2. Tahapan Pelaksanaan: Dari Perencanaan ke Panggung Festival

Implementasi proyek ini membutuhkan perencanaan yang matang agar tujuan pembelajaran tercapai.

Tahap 1: Pembekalan Konsep dan Penetapan Kelompok

· Pelatihan Dasar Kewirausahaan: Awal proyek diisi dengan workshop mengenai konsep dasar kewirausahaan, analisis pasar sederhana, manajemen keuangan (modal, harga jual, laba), dan teknik pemasaran.

· Eksplorasi Kearifan Lokal: Siswa didorong untuk menelusuri dan mendokumentasikan berbagai jenis jajanan tradisional khas daerah mereka, termasuk sejarah, filosofi, dan resep turun-temurun.

· Pembentukan Tim: Siswa dibagi ke dalam kelompok usaha. Setiap kelompok bisa mendapatkan bahan dasar atau tema jajanan tertentu melalui pengundian untuk menambah tantangan dan keberagaman produk.

Tahap 2: Pengembangan Produk dan Bisnis

· Riset dan Inovasi Produk: Di tahap ini, kelompok siswa berkreasi mengembangkan resep. Inovasi diperlukan agar jajanan tradisional tampil menarik tanpa kehilangan rasa otentiknya. Ide bisa berupa modifikasi bentuk, penambahan topping kekinian, atau penyajian dengan kemasan yang estetik.

· Penyusunan Rencana Bisnis Sederhana: Siswa merancang nama produk/usaha, menghitung Break-Even Point (BEP), menentukan harga jual, merencanakan branding, dan menyusun strategi promosi untuk hari festival.

· Praktik Pembuatan dan Uji Coba: Kelompok melakukan beberapa kali trial untuk memastikan cita rasa, konsistensi kualitas, dan efisiensi proses produksi.




Tahap 3: Puncak Acara - Festival Jajanan Tradisional

Ini adalah tahap aplikasi di mana semua rencana diuji di "pasar" sesungguhnya. FESJAPRO  diadakan selama satu hari , melibatkan seluruh warga sekolah sebagai pembeli.

· Penyiapan Stand: Setiap kelompok mendekorasi stand mereka dengan tema kearifan lokal, menggunakan anyaman janur, batik, atau ornamen tradisional lain untuk menciptakan atmosfer yang autentik.

· Operasional Penjualan: Siswa menjalankan semua fungsi bisnis: produksi, penjualan, pemasaran, dan pengelolaan keuangan secara real-time.

· Presentasi dan Penilaian: Selain menjual, setiap kelompok mempresentasikan produk mereka di depan dewan juri. Penilaian dapat mencakup kualitas rasa, kreativitas, nilai kewirausahaan, dan pengemasan.




Tahap 4: Refleksi dan Evaluasi

Setelah festival, dilakukan refleksi bersama. Siswa menganalisis laporan keuangan, umpan balik pelanggan, dan proses kerja tim. Tahap ini penting untuk menginternalisasi pembelajaran, baik dari keberhasilan maupun kegagalan.

 

3. Integrasi Unsur Seni dan Teknologi

· Seni Rupa dan Kriya: Kreativitas seni dapat dituangkan dalam desain kemasan yang menarik, etiket produk, dan dekorasi stand yang Instagramable. Siswa juga bisa membuat karya seni (lukisan, poster digital) yang mengilustrasikan jajanan mereka untuk dipamerkan.

· Seni Pertunjukan: Festival dapat dihidupkan dengan penampilan seni tradisional daerah, seperti musik atau tarian, yang menciptakan pengalaman budaya yang lengkap bagi pengunjung.

· Digital Marketing: Siswa diajak mempromosikan produk dan acara festival melalui media sosial sekolah atau akun bisnis mereka. Mereka belajar fotografi produk, pembuatan konten video pendek, dan cara berinteraksi dengan calon konsumen secara digital.

 

4. Capaian Pembelajaran & Manfaat bagi Siswa SMK

Melalui proyek P5 yang terstruktur ini, siswa SMK SMK Profita Bandung tidak hanya sekadar "berjualan". Mereka mengalami proses pembelajaran holistik yang langsung membentuk profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi:

· Bernalar Kritis: Saat menganalisis pasar, menghitung risiko, dan mengevaluasi hasil.

· Kreatif: Dalam menginovasi produk dan strategi pemasaran.

· Bergotong Royong: Selama bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan bersama.

· Mandiri dan Berjiwa Wirausaha: Dengan mengambil keputusan bisnis dan bertanggung jawab penuh atas "usahanya".

 

5. Tantangan dan Solusi Pelaksanaan

Tantangan seperti pengelolaan waktu, pembiayaan modal awal, dan keamanan pangan perlu diantisipasi. Solusinya dapat berupa: Pendampingan Intensif, Skala yang Terkendali, Penekanan pada Keamanan Pangan.


Di sela-sela aktivitas jual beli jajanan, panitia juga menyuguhkan hiburan berupa pertunjukan tari tradisional yang dibawakan oleh siswa SMK Profita. Penampilan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya serta penguatan identitas lokal. Gerak tari yang ditampilkan mencerminkan kekayaan seni tradisi Nusantara, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan karakter peserta didik tidak terlepas dari pengenalan dan penghargaan terhadap warisan budaya bangsa.



Dengan demikian, Festival Jajanan Tradisional dan Seni dalam bingkai P5 Kewirausahaan bukan sekadar acara seremonial. Ia adalah laboratorium hidup tempat siswa SMK menempa keterampilan, karakter, dan kecintaan pada budaya bangsanya—sebuah persiapan nyata menghadapi masa depan yang penuh dinamika.

 

Proyek ini pada akhirnya membuktikan bahwa kewirausahaan dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, siswa-siswi SMK tidak hanya menjadi penerus warisan kuliner Nusantara, tetapi juga pelaku ekonomi kreatif yang mampu memberinya nilai tambah di era modern.

Pencarian
Kontak
Alamat :

JALAN PAJAGALAN 67(blk) BANDUNG

Telepon :

087777821682 - 022-4241135(Sekolah) .

Email :

smkprofita@yahoo.co.id (Sekolah) , bkprofita@gmail

Website :

https://smkprofitabandung.sch.id

Media Sosial :
Profil SMK Profita
SPMB SMK PROFITA BANDUNG 2026-2027