Program Financial Literacy Save the Children untuk Siswa SMK Profita Bandung: Membangun Ketahanan Finansial Generasi Muda
Di era ekonomi digital yang terus berkembang pesat, generasi muda Indonesia menghadapi peluang sekaligus tantangan finansial yang kompleks. Akses terhadap layanan keuangan semakin mudah, namun pemahaman untuk mengelolanya secara bijak seringkali tidak sejalan. Menyoroti kesenjangan ini, Save the Children Indonesia, berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, meluncurkan program literasi keuangan yang secara khusus menyasar siswa SMA dan SMK, salah satunya adalah inisiatif "Future Plus Indonesia".
Data menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan di kalangan remaja Indonesia telah mencapai 57,9 persen, namun tingkat literasi keuangannya masih tertinggal di angka 51,7 persen. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa meskipun banyak generasi muda yang sudah menggunakan layanan keuangan seperti pinjaman online atau investasi digital, mereka seringkali kurang memiliki pengetahuan yang memadai untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab. Kondisi ini diperparah dengan maraknya risiko seperti judi online, penipuan daring (online fraud), dan pinjaman digital ilegal yang mengintai anak muda.

Menanggapi urgensi tersebut, Save the Children memandang literasi keuangan bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sebuah mekanisme perlindungan yang krusial. Senior Manager Inclusive Youth Empowerment and Urban Programming Save the Children Indonesia, Evie Woro Yulianti, menegaskan bahwa literasi keuangan membangun ketahanan yang diperlukan bagi generasi muda untuk menghadapi risiko dan mengamankan masa depan yang stabil bagi diri mereka sendiri serta komunitas mereka.
Salah satu program unggulan adalah "Future Plus Indonesia: Youth Financial Literacy Program", sebuah inisiatif percontohan selama satu tahun yang diluncurkan melalui kemitraan antara Hanwha Life dan Save the Children Indonesia pada Juni 2026.

Program ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mendesak akan peningkatan edukasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya di Jawa Barat. Sasaran utamanya adalah remaja usia 15 hingga 18 tahun, yang merupakan rentang usia siswa SMA dan SMK.
Keunikan program ini terletak pada pendekatan ekosistem kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak:
- 600 siswa dari enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai peserta utama.
- 50 mahasiswa mentor dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) yang memberikan bimbingan kepada adik-adik kelas mereka.
- Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) sebagai mitra industri strategis untuk memberikan perspektif dunia fintech.
- Dukungan penuh dari lembaga pemerintah seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Program ini tidak hanya menyampaikan materi secara konvensional. Kurikulum komprehensif yang dikembangkan mencakup pilar-pilar penting kesehatan keuangan, seperti manajemen risiko, kebiasaan bijak mengelola uang, dan dasar-dasar asuransi.
Untuk menyesuaikan dengan gaya belajar remaja, konten literasi keuangan ditransformasikan ke dalam modul pembelajaran digital interaktif (gamified). Kurikulum ini disampaikan di sekolah-sekolah melalui fasilitator sebaya (peer-to-peer) yang terlatih dan para penggerak remaja (youth champions). Model pembelajaran antarsebaya ini dinilai efektif karena materi disampaikan oleh teman sebaya yang telah terlatih, sehingga lebih mudah dipahami dan diterima.
Program Future Plus Indonesia menargetkan terciptanya 60 siswa SMK menjadi "Financial Champions". Para Financial Champions ini akan memimpin upaya literasi antarsebaya di lingkungan sekolah mereka, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat menyebar lebih luas ke seluruh komunitas siswa.
Dengan integrasi ekosistem yang melibatkan akademisi, industri, dan pemerintah, program ini bertujuan untuk mengurangi kerentanan finansial remaja dan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang. Inisiatif ini juga merupakan kontribusi nyata terhadap Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK).
SMK Profita Bandung yang telah lama menjalin kerja sama dengan Save the Children kembali mendapatkan kesempatan bagi siswa-siswi SMK Profita Bandung untuk mengikuti pelatihan Youth Financial Literacy Program yang dibimbing langsung oleh mahasiswa mentor dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).
Pada hari Jum’at, 24 Juli 2026 bertempat di ruang 4-5 lantai 2 telah dilaksanakan kegiatan survei terkait Financial Literacy bagi 50 perwakilan siswa dan di ruang meeting diikuti oleh 10 perwakilan siswa SMK Profita Bandung dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD).

Program literasi keuangan Save the Children untuk siswa SMA/SMK merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kompleksitas ekonomi digital. Dengan membekali mereka pengetahuan, keterampilan, dan sikap bijak dalam mengelola keuangan, program ini tidak hanya melindungi mereka dari risiko finansial tetapi juga membangun fondasi bagi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan sekolah, universitas, industri, dan pemerintah memastikan bahwa upaya ini berkelanjutan dan berdampak luas, memaksimalkan bonus demografi Indonesia melalui generasi pemimpin muda yang cakap secara finansial.

SMK PROFITA BANDUNG