IHT SMK Profita Bandung Tahun Pelajaran 2026-20267
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, SMK Profita Bandung terus berinovasi dalam pengembangan sumber daya pendidik. Salah satu strategi efektif yang diterapkan adalah In House Training (IHT) internal. Kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi guru SMK sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan tuntutan dunia industri.
Setelah kegiatan IHT Pancawaluya yang dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa 3-4 Agustus 2026 Rangkaian kegiatan IHT dilanjutkan IHT internal bagi para guru yang dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat, 5-7 Agustus 2026 pada pukul 08.00 – 15.30 bertempat SMK Profita ruang 4 dan 5 lantai 2 dan Sabtu, 8 Agustus 2026 penugasan di luar sekolah. Kegiatan ini berdasarkan undangan Kepala sekolah dengan nomor surat 7018/424/SMK PROF/VII-2026.

Hadir dalam kegiatan ini para narasumber yakni Ibu Tini Sugiartini, M.Pd. sebagai Pengawas Pembina KCD Wilayah VII, Bapak H. Bapak Dede Hasanudin, S,Pd., M.M.Pd. sebagai Kepala Sekolah, Bapak Fajar Denia Nugraha, S.Pd. sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum Ibu Elza Citra Septilia,S.Pd. sebagai staf kurikulum.

Adapun materi yang diberikan pada kegiatan IHT adalah:
Deep Learning
Deep Learning: Pendekatan ini mengubah cara siswa belajar dengan melibatkan mereka secara mendalam melalui isu-isu nyata dan bermakna, mengembangkan kompetensi global seperti karakter, kolaborasi, dan kreativitas. Tiga pilar utama deep learning adalah Mindful (sadar) – siswa menyadi tujuan dan makna belajar, Meaningful (bermakna) – materi terkait dengan kehidupan nyata, Joyful (menyenangkan) – proses belajar dirasakan menyenangkan.
Budaya Positif
Budaya Positif memiliki tujuan untuk menanamkan nilai-nilai, keyakinan dan kebiasaan yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan tanggung jawab, diwujudkan melalui konsep-konsep disiplin positif dan penguatan karakter. Disiplin Positif menggunakan metode pengasuhan dan pendidikaan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran diri serta tanggung jawab pada anak tanpa menggunakan hukuman fisik, ancaman, maupun iming-iming hadiah. Bentuk disiplin positif adalah kesepakatan disiplin, kesepakatan kelas, penanganan masalah menggunakan segitiga restitusi
Penerapan Kokurikuler
Berbeda dengan pembelajaran di kelas yang terikat jadwal dan materi, kokurikuler memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel. Siswa diajak bereksplorasi melalui aktivitas yang menyenangkan, berorientasi pada tindakan, dan berbasis keterampilan. Proyek kokurikuler umumnya mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran, mendorong kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas dalam memecahkan masalah nyata.
Administrasi Pembelajaran
Administrasi pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi untuk menciptakan proses belajar mengajar yang terencana, terarah, dan akuntabel. Berbeda dengan sekolah umum, administrasi pembelajaran di SMK memiliki kompleksitas tersendiri karena harus mengintegrasikan capaian akademik dengan penguasaan kompetensi vokasional yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Peer Teaching
Peer teaching dalam IHT adalah simulasi pembelajaran di mana seorang guru berperan sebagai pengajar dan rekan-rekannya berperan sebagai siswa. Tujuannya bukan sekedar demonstrasi mengajar, melainkan uji coba penerapan metode atau pendekatan yang baru dipelajari selama pelatihan.
Capaian Kompetensi Siswa
Capaian kompetensi siswa merupakan indikator utama keberhasilan proses pendidikan di SMK. Berbeda dengan sekolah umum yang lebih berorientasi pada penguasaan akademik SMK memiliki tanggung jawab ganda: menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga terampil secara vokasional dan siap berasaing di dunia kerja.
Presentasi Lembar Kerja Kelompok
Presentasi Lembar Kerja Kelompok dalam IHT merupakan momen di mana setiap kelompok memaparkan hasil diskusi atau analisis mereka di depan peserta lain.

SMK PROFITA BANDUNG