Kokurikuler Kolaborasi PAI dan Bahasa Sunda: Simulasi Akad Nikah Dalam Tradisi Adat Sunda
SMK Profita Bandung menyelenggarakan kegiatan kokurikuler kolaborasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Sunda melalui simulasi akad nikah dalam tradisi adat Sunda pada tanggal 12-14 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa-siswi kelas 12 secara terjadwal sebagai salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian budaya lokal, sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan aplikatif.

Melalui kegiatan simulasi ini, peserta didik melalui bimbingan guru mata Pelajaran PAI dan Bahasa Sunda diperkenalkan pada tata cara pelaksanaan akad nikah sesuai dengan ketentuan syariat Islam, mulai dari pengenalan calon pengantin, wali nikah, saksi, penghulu, ijab kabul, hingga doa setelah akad. Siswa juga belajar memahami makna pernikahan sebagai ikatan yang sakral, yang membutuhkan tanggung jawab, komitmen, kejujuran, serta kesiapan dalam membangun kehidupan keluarga.

Di sisi lain, kolaborasi dengan mata pelajaran Bahasa Sunda memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lebih dekat tradisi pernikahan adat Sunda. Siswa mempraktikkan penggunaan bahasa Sunda yang santun, memahami ungkapan-ungkapan adat, serta mengenal rangkaian prosesi budaya yang biasa menyertai pernikahan masyarakat Sunda. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek teori, tetapi juga pada keterampilan berkomunikasi dan penghargaan terhadap warisan budaya daerah.

Kegiatan simulasi dikemas secara interaktif yang dilaksanakan di lapangan sekolah dengan melibatkan peserta didik dalam berbagai peran, seperti calon pengantin, wali, saksi, penghulu, pembawa acara, dan keluarga kedua mempelai. Setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, bekerja sama, melatih keberanian berbicara di depan umum, serta mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong.

Kolaborasi lintas mata pelajaran ini juga menjadi wujud penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang mendorong peserta didik untuk memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Nilai-nilai agama dipadukan dengan kearifan lokal untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMK Profita Bandung berharap peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai agama dan budaya. Tradisi adat Sunda dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas masyarakat, dengan tetap menghormati ketentuan syariat Islam dalam pelaksanaan akad nikah.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di sekolah dapat dikembangkan secara kreatif dan kolaboratif, sekaligus menanamkan nilai religius, kecintaan terhadap budaya lokal, serta tanggung jawab sosial kepada peserta didik. Dengan semangat ngamumule budaya Sunda dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, SMK Profita Bandung berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan untuk membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

SMK PROFITA BANDUNG